sapy_stories

6 Februari 2009

JURUS FATIGON MEMPERLEBAR PASAR

Filed under: 1 — anzbie86 @ 5:24 pm

Ketika di-relaunch sembilan tahun lalu, posisi Fatigon masih jauh di bawah market leader, yaitu 1:10. Seiring perjalanan waktu, dengan berbagai strategi dan kecanggihan mengedukasi pasar, produk keluaran PT Dankos ini pun menuai hasil. Kini mereka bertengger di posisi puncak dengan perolehan market share mencapai 36 persen, dan market share kompetitor Fatigon, Hemaviton Groups kurang lebih 24 – 25 %. Situasi berbalik menjadi 3:2.
FATIGON sejatinya telah menyapa konsumen sejak tahun 1980-an. Hingga tahun 1997, produk stamina itu masih menggunakan resep dokter (ethical). Peluang datang ketika pihak Dankos melihat belum ada multivitamin yang memposisikan diri untuk mengatasi rasa capek.
Tetapi, masuknya Fatigon ke pasar bebas atau OTC (over the counter) bukan hanya karena tidak adanya multivitamin yang mengkhususkan untuk mengatasi capek. Riset pasar juga membuktikan bahwa kebutuhan pasar untuk produk ini sangat besar. Sekitar 50 persen masyarakat pekerja merasakan capek, baik pegal, kram maupun kesemutan. Dan saat ini belum ada produsen yang mengarahkan produknya ke sana.
Di samping itu, faktor edukasi, diakui Boedi Harjono (OTC Group Product Manager PT Dankos Laboratories Tbk), merupakan salah satu kunci sukses Fatigon.
Dankos juga lihai melihat peluang sukses. Mereka melakukan edukasi lanjutan dengan memperlebar pasar. Sebelumnya, Fatigon sangat identik dengan pria. Maka, mulai 1999, Fatigon diperkenalkan juga untuk segmen perempuan. Pertumbuhan Fatigon ketika mengkomunikasikan pada segmen perempuan mencapai 200 persen.
Belakangan Fatigon juga melebarkan pasarnya ke segmen yang lebih tua. Selama ini, Fatigon juga dipersepsi secara kuat hanya untuk eksekutif muda.
Untuk mendapatkan share yang lebih banyak, Dankos meluncurkan varian barunya, yakni Fatigon Spirit. Varian ini secara frontal menghantam pasar energy drink. Secara fungsional produk ini mendekati energy drink, yaitu lebih instan untuk menambah stamina, tenaga dan kesegaran. Tetapi memiliki komponen multivitamin yang dapat mendukung stamina lebih dari energy drink.
Hasilnya market share Fatigon mencapai 36 persen. 27 persen dari Fatigon dan sisanya (9 persen) dicapai oleh Fatigon Spirit.
Pertumbuhan Fatigon tiga tahun terakhir mencapai 30 persen. Itu berarti di atas pertumbuhan pasar farmasi yang hanya 15 persen per tahun.
Seluruh strategi yang dijalankan Fatigon adalah untuk menciptakan diferensiasi dengan para pesaing dan meningkatkan brand Fatigon di mata konsumen. Dankos selalu ingin membangun brand yang positif, memiliki citra yang baik di masyarakat, dominan di pasar, produknya berkualitas, harga terjangkau dan mudah diperoleh. Cara inilah menurut Boedi paling efektif untuk memenangkan persaingan di pasar. Pada tahun 2005 Fatigon mendapatkan dua penghargaan sekaligus, yaitu Indonesian Custumer Satisfaction Award (ICSA) dan Superbrand.
Dengan posisi puncak yang telah diraih sejak 2003, Fatigon pun tidak lagi hanya menyasar kaum urban tapi juga kaum rural. Langkah ini dilakukan agar konsumen puas dan mudah mencarinya di mana saja.
Fatigon meraih sukses karena cukup agresif beriklan. Tetapi, Boedi mengatakan anggaran untuk iklan tidak terlalu besar (hanya 15 % dari revenue) dibandingkan dengan brand-brand besar lainnya. Kuncinya terletak pada kecerdikan melakukan media placement.

STRATEGI FATIGON DALAM PERSAINGAN PASAR

1. Fatigon melakukan edukasi pasar, memperlebar pasar :
• Memasuki segmen perempuan
• Segmen yang lebih tua
2. Menambah dan menginovasi produk :
• Fatigon spirit (energy drink)
3. Membangun brand image yang positif
4. Harga produk terjangkau masyarakat umum
5. Produk mudah diperoleh
6. Agresif dalam beriklan dengan strategi media placement

Seluruh strategi yang dijalankan Fatigon adalah untuk menciptakan diferensiasi dengan para pesaing dan meningkatkan brand Fatigon di mata konsumen. Dankos selalu ingin membangun brand yang positif, memiliki citra yang baik di masyarakat, dominan di pasar, produknya berkualitas, harga terjangkau dan mudah diperoleh. Cara inilah menurut Boedi paling efektif untuk memenangkan persaingan di pasar. Pada tahun 2005 Fatigon mendapatkan dua penghargaan sekaligus, yaitu Indonesian Custumer Satisfaction Award (ICSA) dan Superbrand.
Dengan posisi puncak yang telah diraih sejak 2003, Fatigon pun tidak lagi hanya menyasar kaum urban tapi juga kaum rural. Langkah ini dilakukan agar konsumen puas dan mudah mencarinya di mana saja.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: