sapy_stories

6 Februari 2009

Option Valuation

Filed under: 1 — anzbie86 @ 5:13 pm

Opsi adalah suatu perjanjian/kontrak antara penjual opsi (seller atau writer) dengan pembeli opsi (buyer), dimana penjual opsi menjamin adanya hak dari pembeli opsi, untuk membeli atau menjual saham tetentu pada waktu dan harga yang telah ditetapkan. Pihak-pihak yang terlibat dalam opsi adalah para investor dengan para investor lainnya, dan tidak melibatkan perusahaan penerbit sekuritas saham (emiten) yang dijadikan opsi.
Berdasarkan bentuk hak yang terjadi, opsi bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
1. call option, opsi yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham dalam jumlah tertentu pada waktu dan harga yang telah ditentukan.
2. put option, opsi yang memberikan hak kepada pemiliknya untuk menjual saham tertentu pada jumlah, waktu dan harga yang telah ditentukan.

Adapun istilah-istilah yang terkait dengan sekuritas opsi, antara lain :
exercise (strike) price, harga per lembar saham yang dijadikan patokan pada saat jatuh tempo. Untuk call option, exercise price berarti harga yang harus dibayar (dibeli) pemilik opsi beli pada saat jatuh tempo.
Expiration date, batas waktu dimana opsi tersebut dapat dilaksanakan. Ada dua model expiration date yang dapat diterapkan, yaitu model amerika dan eropa. Opsi dengan gaya amerika dapat dilaksanakan kapan saja sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan. Sedangkan gaya eropa dilaksanakan hanya pada saatr expiration date.
Premi opsi, harga yang dibayarkan oleh pembeli opsi kepada penjual opsi.

Keuntungan (kerugian) penjual call option adalah kebalikan dari keuntungan (kerugian) pembeli call option. Oleh karena itu keuntungan penjual call option pada saat expiration date besarnya akan sama dengan kerugian yang diderita oleh pembeli call option.perdagangan opsi sering disebut juga sebagai zero-sum game.

Secara teoritis, keuntungan maksimum yang bisa diperoleh pembeli put option bila harga saham turun sampai dengan harga nol, sedangkan kerugian maksimalnya sebesar premi put option. Untuk investor yang melakukan short selling, akan mengalami keuntungan (kerugian) yang sama besarnya dengan penurunan (kenaikan ) harga saham yang terjadi.

Keuntungan maksimum yang bisa diperoleh penjual put option adalah harga premi opsi, sedangkan kerugian maksimumnya terjadi pada saat harga saham turun mencapai angka nol atau sebesar strike price dikurangi dengan hara premi opsi.

Kita dapat menyimpulkan bahwa Pembelian call option akan memberikan keuntungan potensial yang sifatnya tidak terbatas, tetapi dengan kerugian maksimum hanya sebesar premi opsi. Sedangkan penjualan put option akan memberikan keuntungan terbatas sebesar premi opsi dengan kerugian maksimum ketika harga saham turun menjadi nol.

Dalam kenyataannya ada banyak strategi perdagangan opsi yang bisa dilakukan investor, tetapi strategi-strategi tersebut pada dasarnya bisa dikelompokka menjadi lima, yaitu :
1. Naked Strategy, strategi perdagangan opsi yang memilih satu dari empat posisi, yaitu sebagai pembeli call, penjual call, pembeli put, atau penjual put. Disebut dengan naked strategy karena strategy tersebut tidak melakukan tindakan yang berlawanan atau mengambil posii lain yang dapat mengurangi kerugian engan cara memiliki saham yang dijadikan patokan. Tabel berikut ini akan meringkas naked strategy dan perkiraan kondisi pasar dimasa yang akan datang.

Perkiraan Kondisi Pasar Strategi
Sangat baik Membeli call option
Agak baik Menjual put option
Agak buruk Menjual call option
Sangat buruk Membeli put option

2. Hedge Strategy, selain mengambil satu posisi dalam perdagangan opsi, juga mengambil posisi yang lain dalam perdagangan saham yang dijadikan patokan dalam opsi tersebut. Tujuan strategi ini adalah untuk mengurangi kerugian jika terjadi pergerakan harga yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Ada dua jenis hedge strategy yang umum dikenal, yaitu :
Covered call writing strategy, dimaksudkan untuk melindungi portofolio yang dimiliki terhadap penurunan harga saham dengan cara menjual call option terhadap saham yang telah dimiliki dalam portofolio. Jika harga saham mengalami penurunan, maka investor akan mengalami kerugian, tetapi masih mempunyai kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari investasi kembali pendapatan yang diperoleh dari penjualan call option.
Protective put buying strategy, strategy ini dilakukan oleh investor yang ingin melindungi portofolio yang dimliki terhadap risiko penurunan nilai pasar dengan cara membeli put option terhadap saham yang ada dalam portofolio tersebut.

3. Straddle strategy, dilakukan dengan cara membeli atau menjual baik berupa call option maupun put option yang mempunyai saham patokan, expiration date, dan strike price yang sama. Strategi ini dapat dilakukan dengan dua car, yaitu :
Long straddle strategy, memberikan keuntungan jika terjadi pergerakan harga saham yangmemadai, baik untuk kenaikan harga maupun penurunan harga.
Short straddle strategy, dilakukan oleh investor yang memiliki estimasi bahwa pergerakan saham tidak terlalu besar atau harga saham relatif tidak berubah.

4. Strategi kombinasi, sama dengan straddle strategy, yaitu mengkombinasikan call dan put option dengan patokan saham yang sama, tetapi strike price dan atau expiration date masing-masing opsi tersebut berbeda.

5. Spread strategy, investor membeli satu seri dalam suatu jenis option dan secara simultan menjual seri lain dalam kelas option yang sama. Strategi spread juga akan memberikan potensi profit yang lebih besar dibandingkan jika investor hanya membeli atau menjual opsi saja. Strategi ini terdiri dari berbagai variasi, antara lain :
Spread horizontal, spread dengan menggunakan opsi-opsi yang mempunyai strike price yang sama tetapi mempunyai expiration date yang berbeda.
Spread vertikal, spread antara opsi-opsi yang mempunyai expiration date yang sama tetapi strike price nya berbeda.
Bull spread, strategi spread yang didasarkan pada harapan bahwa pasar akan mengalami kenaikan.
Bearish, kebalikan bull spread, yaitu pada saat pasar mengalami penurunan.

Nilai intrinsik sebuah opsi adalah nilai ekonomis jika opsi tersebut dilaksanakan. Besarnya nilai intrinsik tergantung dari selisih antara harga saham sebenarnya dengan strike price. Tetapi, jika ternyata strike price lebih besar dari harga saham, maka nilai intrinsik dari call option adalah nol. Ketika sebuah opsi mempunyai nilai intrinsik yang positif maka opsi tersebut dikatakan in the money. Jika strike price suatu call option lebih besar dari harga saham maka opsi tersebut dikatakan out of the money. Dan bila strike price besarnya sama dengan harga saham maka opsi itu dikatakan at the money.

Sedangkan nilai intrinsik put option adalah perbedaan antara strike price dengan harga saham. Put option akan mempunyai nilai intrinsik yang positif jika harga saham berada di bawah strike price.

Jumlah harga opsi yang melebihi nilai intrinsiknya disebut dengan premi waktu.
Premi waktu = harga opsi – nilai intrinsiknya

Pada saat sebuah opsi berada dalam posisi at the money maka premi waktu opsi tersebut adalah sebesar harga opsi, karena nilai intrinsik dari opsi tersebut adalah nol.

Harga sebuah opsi akan dipengaruhi oleh enam faktor, yaitu:

Jenis faktor Harga call option Harga put option
1. harga meningkat menurun
2. strike price menurun meningkat
3. expiration date meningkat meningkat
4. volatilitas harga yang diharapkan meningkat meningkat
5. tingkat suku bunga jangka pendek meningkat menurun
6. dividen yang diharapkan menurun meningkat

Model Black-Scholes merupakan model penilaian call option yang dikembangkan oleh Fisher Black dan Myron Scholes. Model ini dalam menilai call option yang tidak membayarkan dividen menggunakan lima variabel, yaitu :
a) harga saham
b) strike price
c) expiration date
d) tingkat bunga
e) volatilitas harga saham

C = SN(d1) – XertN(d2)

Dimana
d1 = ln(S/X) + (r+0,5s2)(t)
s√t

d2 = d1 – s√t

C = harga call option
S = harga saham
X = strike price
r = tingkat suku bunga bebas risiko jangka pendek
t = sisa waktu sampai dengan expiration date
s = standar deviasi harga saham
N = fungsi densitas dari d1 dan d2. nilai N dihasilkan dari tabel distribusi normal.

Black-Scholes digunakan untuk opsi yang tidak memberikan dividen. Harga opsi yang dihasilkan oleh perhitungan model ini adalah harga yang fair sehingga jika suatu opsi berbeda dengan harga tersebut maka ada kemungkinan untuk mendapatkan laba arbitrase bebas risiko dengan cara mengambil posisi yang berlawanan terhadap saham yang dijadikan patokan.

Meskipun model Black-Scholes ditujukan untuk penilaian call option, tetapi model ini juga dapat digunakan untuk menghitung nilai put option dengan menggunakan hubungan keseimbangan antara put-call option. Hubungan antara harga saham, harga call option, dan harga put option dapat dinyatakan dalam persamaan berikut :

Harga put option – harga call option = nilai sekarang dari strike price + nilai sekarang dividen – harga saham

Kita juga bisa menentukan harga put option dengan menggunakan rumus :

C put = X / (ert) – S + C call

Dimana :
C put = harga put option
C call = harga call option
X = strike price
S = harga saham
r = tingkat suku bunga bebas risiko
t = expiration date (dalam tahun)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: